Mastercard Strive

Mastercard Strive Dukung 500 Ribu UMK Digital Inklusi Keuangan Nasional

Mastercard Strive Dukung 500 Ribu UMK Digital Inklusi Keuangan Nasional
Mastercard Strive Dukung 500 Ribu UMK Digital Inklusi Keuangan Nasional

JAKARTA - Dalam upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia, Mastercard Center for Inclusive Growth bekerja sama dengan Mercy Corps Indonesia melalui program Mastercard Strive Indonesia. 

Inisiatif ini menargetkan pemberdayaan lebih dari 500 ribu pengusaha UMK melalui perangkat digital, wawasan keuangan, dan pendampingan intensif selama periode 2023–2025. Program ini menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMK secara sistemik.

Dengan dukungan teknologi, mentor lokal, dan jaringan komunitas, Mastercard Strive memberikan akses yang lebih luas bagi para pengusaha untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. 

Capaian program ini sekaligus menjadi refleksi penting tentang tantangan dan peluang yang dihadapi UMK Indonesia dalam menghadapi transformasi digital dan akses pembiayaan.

Pendekatan yang menggabungkan sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMK secara inklusif, sekaligus menutup kesenjangan pembiayaan, kapasitas, dan adopsi teknologi digital.

Pendampingan dan Pembiayaan untuk Pengusaha Umk

Executive Director of Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk memberi dampak positif kepada UMK. 

"Jadi, perjalanan Strive ini memberikan kita pada suatu hal penting, bahwa untuk bisa memberikan dampak positif kepada UMK kita, perlu ada sinergi antara sektor publik, pemerintah, sektor swasta, dan juga masyarakat sipil, sehingga kita menyelesaikan agenda, bersinergi, untuk mampu menutup kesenjangan dalam pembiayaan, kapasitas, dan transformasi digital untuk membuat UMK naik kelas," ujarnya.

Secara konkret, program ini mendukung pengusaha mengajukan pinjaman mikro melalui 17 penyedia layanan keuangan dengan total agregat Rp140 miliar bagi 26.500 pelaku usaha, 97 persen di antaranya adalah perempuan. Selain itu, lebih dari 200 ribu pengusaha menerima pendampingan digital, termasuk 100 ribu yang mengadopsi perangkat keamanan siber untuk melindungi aset digital mereka.

Hasilnya terlihat dari peningkatan pendapatan yang dilaporkan 56 persen peserta, serta 30 persen yang merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam mengakses kredit formal. Hal ini menunjukkan manfaat nyata program dalam meningkatkan kapasitas dan literasi keuangan pengusaha UMK.

Tantangan Pengambilan Kredit Formal

Laporan Barometer Ketiga mengungkap tren penurunan pengambilan kredit formal dari 33 persen pada 2023 menjadi 20 persen pada 2025. Banyak pengusaha masih bergantung pada pemberi pinjaman informal karena tingginya suku bunga, persyaratan jaminan, dan hambatan budaya.

Pengusaha perempuan tercatat memiliki tingkat pengambilan kredit lebih rendah meski kepemilikan usaha kuat, dengan 16 persen usaha perempuan mengakses kredit, dibandingkan 20 persen laki-laki dan 26 persen yang dipimpin bersama. Hal ini mencerminkan hambatan dari sisi penawaran serta kehati-hatian finansial yang tertanam secara sosial.

Selain itu, meskipun 74 persen pengusaha tidak terlibat layanan pendukung bisnis, mereka yang terlibat melaporkan pertumbuhan pendapatan signifikan. Fakta ini menegaskan pentingnya pendampingan, edukasi, dan akses terhadap fasilitas keuangan untuk mendukung perkembangan UMK secara berkelanjutan.

Pemanfaatan Teknologi dan Mentor Lokal

Mastercard Strive memanfaatkan platform digital seperti MicroMentor untuk memberikan pendampingan kepada pengusaha UMK. Melalui teknologi ini, peserta dapat mengakses mentor, wawasan bisnis, dan pelatihan secara fleksibel dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Pendekatan digital ini memungkinkan interaksi yang lebih mudah, penyesuaian strategi bisnis, dan peningkatan literasi keuangan bagi pengusaha. Platform ini mendukung adopsi praktik terbaik, pengelolaan aset digital, dan penguatan daya saing usaha.

Dengan kombinasi mentor lokal dan pendampingan digital, pengusaha kecil dapat menerima arahan praktis sekaligus membangun jejaring yang mendukung pertumbuhan usaha mereka dalam jangka panjang.

Sinergi Pemerintah dan Sektor Swasta

Keberhasilan program juga ditopang oleh kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sinergi ini mencakup fasilitator komunitas dan platform Strive Learning Network yang diluncurkan bersama AVPN dan Bappenas.

Keterlibatan pemerintah dan sektor swasta penting untuk membangun kepercayaan serta memastikan program sesuai dengan kebutuhan lokal. Hal ini membantu meningkatkan efektivitas pendampingan, adopsi teknologi, dan akses pembiayaan bagi pengusaha UMK.

Ade menegaskan meski capaian ini membanggakan, tantangan masih besar karena Indonesia memiliki 62 juta UMKM. 

"Jadi, walaupun perubahan sudah balik terasa, tentunya yang harus kita jaga dan diduplikasi, sehingga menjadi perubahan sistemik, dengan adanya perubahan regulasi, sehingga bisa bertahan atau lebih baik lagi," ujarnya. 

Inisiatif ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem UMK di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index