BFI Finance Target Penerbitan Obligasi Rp3 Triliun Tahun 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:21:08 WIB
BFI Finance Target Penerbitan Obligasi Rp3 Triliun Tahun 2026

JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekspansi bisnis sepanjang 2026. Perusahaan menargetkan penerbitan obligasi senilai Rp3 triliun yang rencananya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru.

Corporate Communication Head Dian Ariffahmi menegaskan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga likuiditas sekaligus memperkuat pertumbuhan portofolio kredit.

Meski hingga kuartal I-2026 realisasi penerbitan obligasi belum dilakukan, BFI Finance tetap mempertahankan target fleksibel yang memungkinkan penyesuaian jika kondisi makroekonomi membaik. Langkah ini menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi dinamika pasar keuangan yang penuh ketidakpastian.

Strategi pendanaan melalui obligasi

Dian menyampaikan bahwa hingga kuartal pertama 2026, BFI Finance belum melakukan penerbitan obligasi, meskipun target senilai Rp3 triliun sudah ditetapkan sebagai rencana strategis tahunan.

“Hingga kuartal I-2026, BFI Finance belum melakukan penerbitan obligasi,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (24/2/2026). Pernyataan ini menegaskan kesiapan perusahaan untuk menyesuaikan waktu penerbitan dengan kondisi pasar.

Jika situasi makroekonomi semakin kondusif, kemungkinan nilai penerbitan obligasi dapat melebihi target awal. Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan tetap adaptif, memanfaatkan peluang di pasar modal, serta menyesuaikan strategi pendanaan dengan dinamika ekonomi global dan domestik.

Selain itu, penerbitan obligasi juga menjadi sarana bagi BFI Finance untuk memperluas basis investor, meningkatkan transparansi, dan memperkuat citra perusahaan di pasar modal, sehingga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan pasar.

Fokus dana untuk ekspansi pembiayaan baru

Berbeda dengan tren sebagian perusahaan pembiayaan yang menggunakan obligasi untuk refinancing utang, BFI Finance menekankan dana hasil obligasi akan difokuskan untuk ekspansi pembiayaan baru.

“Apabila BFI Finance melakukan penerbitan obligasi pada tahun ini, maka dana hasil obligasi akan difokuskan untuk ekspansi pembiayaan baru,” kata Dian. Strategi ini menegaskan komitmen perusahaan untuk pertumbuhan organik, bukan sekadar restrukturisasi utang atau penyesuaian neraca.

Ekspansi pembiayaan baru diyakini akan mendorong pertumbuhan portofolio kredit, meningkatkan pendapatan bunga, dan memperluas jangkauan pasar. Strategi ini juga sejalan dengan upaya perusahaan meningkatkan penetrasi ke segmen nasabah baru serta memperkuat hubungan dengan nasabah eksisting yang memiliki histori pembayaran baik.

Selain itu, alokasi dana untuk ekspansi pembiayaan akan membantu perusahaan menghadapi persaingan ketat di sektor pembiayaan, memperkuat posisi kompetitif, dan meningkatkan daya tarik bagi investor yang mencari peluang investasi di sektor multifinance.

Fleksibilitas target seiring kondisi makro

Target penerbitan obligasi sebesar Rp3 triliun bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan ekonomi. Apabila prospek makroekonomi dan pasar keuangan membaik, perusahaan berpotensi meningkatkan penerbitan obligasi melebihi target awal.

Pendekatan fleksibel ini penting agar BFI Finance tetap mampu menyesuaikan strategi pendanaan dengan dinamika global, seperti perubahan suku bunga, volatilitas pasar, dan tren inflasi. Dengan demikian, perusahaan dapat memanfaatkan momen positif di pasar modal secara optimal.

Selain itu, pengaturan waktu penerbitan obligasi yang tepat memungkinkan perusahaan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan kebutuhan pembiayaan. Strategi ini menjadi bagian dari manajemen risiko perusahaan yang berhati-hati dalam menjaga kesehatan keuangan sambil tetap mendukung pertumbuhan bisnis.

Dengan fleksibilitas ini, BFI Finance juga memiliki ruang untuk melakukan negosiasi dengan investor institusi dan individu, memastikan hasil penerbitan obligasi dapat mendukung tujuan strategis jangka menengah hingga panjang.

Menjaga pertumbuhan bisnis dan likuiditas perusahaan

Penerbitan obligasi tidak hanya soal menghimpun dana, tetapi juga bagian dari strategi menjaga likuiditas perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan baru secara tepat waktu. Dian menegaskan bahwa BFI Finance menargetkan pertumbuhan portofolio kredit yang sehat melalui instrumen obligasi.

Langkah ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar modal, menghadapi kompetisi industri pembiayaan, serta memanfaatkan peluang ekspansi bisnis. Dengan likuiditas yang terjaga, perusahaan bisa menyalurkan pembiayaan lebih cepat dan efisien ke nasabah.

Selain itu, strategi ini mendukung stabilitas keuangan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan fokus pada pembiayaan baru, BFI Finance berharap dapat memperkuat penetrasi pasar, menjaga kualitas kredit, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.

Perusahaan menilai strategi ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memperkuat posisi kompetitif BFI Finance di industri multifinance Indonesia, menciptakan peluang jangka panjang bagi pertumbuhan bisnis dan ekspansi pasar.

Terkini