Kredit

Kredit Konstruksi BCA Tembus Rp43,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Kredit Konstruksi BCA Tembus Rp43,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Kredit Konstruksi BCA Tembus Rp43,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Pertumbuhan sektor konstruksi di Indonesia turut mendorong meningkatnya kebutuhan pembiayaan dari lembaga perbankan. 

Seiring dengan bertambahnya proyek pembangunan infrastruktur, properti, hingga pengembangan kawasan industri, perbankan terus memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor tersebut melalui penyaluran kredit konstruksi.

Perbankan nasional melihat sektor konstruksi sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung aktivitas ekonomi. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga memiliki efek berantai terhadap berbagai industri lain seperti bahan bangunan, transportasi, hingga jasa teknik.

Salah satu bank yang aktif menyalurkan pembiayaan di sektor ini adalah PT Bank Central Asia Tbk. Bank tersebut mencatat peningkatan penyaluran kredit konstruksi pada akhir tahun lalu dan berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan sektor tersebut pada tahun berikutnya.

Kinerja penyaluran kredit konstruksi yang meningkat juga sejalan dengan tren pertumbuhan pembiayaan sektor tersebut secara nasional. Data industri menunjukkan bahwa kredit konstruksi mulai mengalami percepatan pertumbuhan menjelang akhir tahun 2025, didorong oleh meningkatnya aktivitas investasi di sektor pembangunan.

Pertumbuhan Kredit Konstruksi BCA

PT Bank Central Asia Tbk mencatat peningkatan penyaluran kredit konstruksi hingga akhir tahun 2025. Pencapaian ini menunjukkan adanya permintaan pembiayaan yang tetap kuat di sektor pembangunan.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor strategis.

Menurut Hera, sektor konstruksi menjadi salah satu bidang yang terus mendapatkan perhatian dalam strategi pembiayaan bank.

"BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor konstruksi, dengan menyalurkan kredit secara pruden," kata Hera.

Ia menjelaskan bahwa hingga Desember 2025, kredit konstruksi yang telah disalurkan oleh BCA mencapai Rp43,7 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,9 persen secara tahunan atau year on year.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi masih memiliki potensi pembiayaan yang cukup besar bagi industri perbankan.

Strategi Penyaluran Kredit Secara Prudent

Dalam menyalurkan kredit ke sektor konstruksi, BCA menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas portofolio kredit sekaligus memastikan ekspansi pembiayaan tetap berjalan secara sehat.

Hera menjelaskan bahwa bank akan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan pertumbuhan kredit. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta potensi risiko kredit yang mungkin muncul.

"BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit di berbagai sektor potensial, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian sesuai dengan dinamika makroekonomi domestik maupun global," ucapnya.

Melalui pendekatan tersebut, BCA berharap dapat menjaga stabilitas portofolio kredit sekaligus tetap berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan penyaluran kredit yang prudent juga dinilai penting untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang dapat memengaruhi sektor keuangan maupun sektor riil.

Tren Kredit Konstruksi Nasional

Pertumbuhan kredit konstruksi tidak hanya terjadi pada BCA, tetapi juga terlihat secara nasional. Data industri menunjukkan adanya peningkatan pembiayaan sektor konstruksi oleh perbankan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data uang beredar dari Bank Indonesia, kredit konstruksi yang digunakan untuk tujuan investasi mengalami peningkatan signifikan pada awal tahun 2026.

Per Januari 2026, kredit konstruksi untuk investasi tercatat tumbuh sebesar 38 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit konstruksi dalam segmen kredit modal kerja juga mengalami pertumbuhan yang cukup kuat.

Pada periode yang sama, kredit konstruksi di segmen kredit modal kerja tercatat tumbuh sebesar 32,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.

Perkembangan Kredit Konstruksi Akhir Tahun

Tren pertumbuhan kredit konstruksi secara nasional mulai terlihat meningkat sejak akhir tahun 2025. Momentum tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pembangunan mulai kembali menunjukkan aktivitas yang lebih kuat.

Pertumbuhan kredit konstruksi mulai menanjak sejak November 2025 setelah sebelumnya mengalami perlambatan pada sebagian besar periode tahun tersebut.

Dari Januari hingga Oktober 2025, kredit konstruksi untuk tujuan investasi tercatat mengalami pertumbuhan yang relatif stagnan. Pada periode yang sama, kredit konstruksi dalam segmen kredit modal kerja bahkan sempat mengalami kontraksi pada beberapa bulan.

Namun memasuki akhir tahun 2025, tren tersebut mulai berubah dengan munculnya peningkatan pembiayaan di sektor konstruksi. Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor pembangunan kembali memperoleh momentum pertumbuhan yang lebih positif.

Bagi perbankan, peningkatan aktivitas konstruksi menjadi peluang untuk memperluas penyaluran kredit sekaligus mendukung berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan di Indonesia.

Dengan strategi pembiayaan yang prudent serta mempertimbangkan kondisi ekonomi secara menyeluruh, bank diharapkan dapat terus berperan dalam mendukung sektor konstruksi sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index