CIMB Niaga

CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 480 Miliar untuk Buyback Saham

CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 480 Miliar untuk Buyback Saham
CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 480 Miliar untuk Buyback Saham

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) kembali membuat langkah strategis dengan mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai mencapai Rp 480 miliar. 

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 17 April 2026. Aksi korporasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Pada pengumuman yang disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 2 Maret 2026, disebutkan bahwa dana sebesar Rp 480 miliar tersebut sudah termasuk biaya transaksi dan akan digunakan untuk membeli kembali maksimal 220.000 saham, yang setara dengan sekitar 0,88% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Proses buyback ini direncanakan akan berlangsung dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPST.

Tujuan Pembelian Kembali Saham dan Pengalihan Saham untuk Remunerasi

Aksi buyback saham ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja bank dan menjaga kesehatan perusahaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. CIMB Niaga berencana untuk mengalihkan saham yang dibeli kembali kepada manajemen yang termasuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT). 

Program ini akan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 45/POJK.03/2015 tentang penerapan tata kelola dalam pemberian remunerasi bagi bank umum.

Program remunerasi berbasis saham ini diharapkan dapat memberikan insentif yang mendorong peningkatan kinerja, serta mengurangi potensi pengambilan keputusan yang berisiko berlebihan oleh manajemen. 

Proses pengalihan saham hasil buyback tersebut direncanakan untuk dilakukan dalam jangka waktu paling lama tiga tahun setelah pembelian kembali saham tersebut selesai dilakukan.

Dampak Buyback Saham Terhadap Kinerja Keuangan

Meskipun buyback saham dapat mempengaruhi beberapa aspek keuangan perusahaan, CIMB Niaga memastikan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap operasional maupun kesehatan keuangan bank. 

Dari sisi proforma, laba bersih per saham (EPS) diperkirakan tetap tercatat sebesar Rp 273,53 per saham, baik sebelum maupun setelah buyback dilakukan.

Di sisi lain, rasio keuangan CIMB Niaga per 31 Desember 2025 terbilang cukup solid. Rasio Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 2,43%, sedangkan Return on Equity (ROE) tercatat di angka 13,03%. 

Sementara itu, rasio Kecukupan Modal (CAR) berada pada level 24,83%, yang menunjukkan kesehatan keuangan yang terjaga dengan baik meskipun ada dampak kecil dari buyback terhadap ekuitas perusahaan, yang mengalami penurunan tipis dari Rp 57,94 triliun menjadi Rp 57,93 triliun.

Sumber Dana Buyback dan Proses Pembelian Saham

CIMB Niaga menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk pembelian kembali saham ini sepenuhnya berasal dari dana internal perusahaan. Dengan demikian, proses buyback tidak akan mengganggu likuiditas atau operasional bank. 

Hal ini memberikan rasa aman bagi investor dan nasabah CIMB Niaga, karena kondisi keuangan perusahaan tetap stabil meskipun melakukan aksi korporasi yang melibatkan dana besar.

Dalam pelaksanaannya, harga pembelian kembali saham akan mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam POJK No. 29/2023. Dalam aturan tersebut, harga pembelian saham tidak akan melebihi rata-rata harga penutupan perdagangan saham selama 90 hari terakhir sebelum tanggal pembelian kembali. 

Dengan demikian, CIMB Niaga berusaha memastikan agar harga pembelian saham tetap wajar dan sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku saat itu.

Langkah Strategis di Tengah Persaingan Industri Perbankan

Rencana buyback saham ini sejalan dengan upaya CIMB Niaga untuk memperkuat posisinya di industri perbankan yang semakin kompetitif. Di tengah persaingan yang ketat, bank-bank besar harus terus berinovasi dan menjaga kepercayaan investor serta nasabah. 

Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan meningkatkan kinerja internal dan memberikan insentif yang mendorong manajemen untuk bekerja lebih optimal.

Selain itu, CIMB Niaga juga berharap bahwa langkah ini akan berkontribusi pada pengelolaan risiko yang lebih baik. Dengan mengurangi potensi "excessive risk taking" dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, bank ini berusaha menjaga kestabilan dan keberlanjutan usahanya dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, meskipun aksi buyback ini melibatkan dana yang cukup besar, CIMB Niaga meyakinkan publik bahwa langkah tersebut tidak akan menggoyahkan posisi keuangan perusahaan. Bank ini tetap berkomitmen untuk menjaga kinerja yang solid dan meningkatkan daya saing di pasar perbankan Indonesia. 

Dengan rencana buyback saham ini, CIMB Niaga menunjukkan bahwa mereka siap untuk terus berkembang dan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index