Setelah 10 Tahun Dipenjara, Ulama Saudi Abdul Aziz al-Tarifi Kini Terancam Hukuman Mati

Setelah 10 Tahun Dipenjara, Ulama Saudi Abdul Aziz al-Tarifi Kini Terancam Hukuman Mati
Ulama Saudi Abdul Aziz al-Tarifi menjalani tahanan isolasi di Penjara al-Ha’ir, Riyadh, setelah lebih dari satu dekade ditahan.

BERITASELA.ID — ALQST menyampaikan kekhawatiran serius atas proses hukum yang menjerat pakar hadis tersebut. Namun, organisasi itu mengaku belum memiliki informasi yang cukup untuk memastikan apakah jaksa masih secara aktif menuntut eksekusi terhadap al-Tarifi.

Pihak berwenang Arab Saudi belum memberikan konfirmasi maupun bantahan secara terbuka atas laporan ini, sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (28/8/2026).

Kronologi Penangkapan Ulama Kritis

Al-Tarifi ditangkap aparat kerajaan pada April 2016. Menurut ALQST, penahanan itu dipicu unggahan media sosial yang mengkritik jaringan televisi Al-Arabiya milik pemerintah serta sejumlah kebijakan kerajaan.

Penangkapannya terjadi menjelang gelombang tindakan represif yang lebih luas. Sejumlah tokoh agama Arab Saudi turut ditahan dalam periode yang sama.

Tuntutan Hukuman Mati dan Isolasi di Penjara al-Ha’ir

ALQST menyebut al-Tarifi saat ini menjalani tahanan isolasi di Penjara al-Ha’ir, Riyadh. Kondisi ini memperberat situasi ulama yang sudah mendekam lebih dari satu dekade.

Organisasi HAM itu mengangkat kasus al-Tarifi dalam konteks kekhawatiran yang lebih luas mengenai penerapan hukuman mati di Arab Saudi. Penuntutan terhadap tokoh agama dan pengkritik pemerintah menjadi sorotan utama.

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Otoritas Saudi

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan hukuman mati tersebut. Tidak ada keterangan dari jaksa maupun otoritas penjara mengenai status terbaru al-Tarifi.

ALQST sendiri mengakui keterbatasan informasi dalam proses hukum terbaru ini. Organisasi itu belum dapat memastikan apakah tuntutan eksekusi masih berjalan aktif atau telah diubah oleh pengadilan.

Kasus al-Tarifi menjadi ujian bagi komitmen Arab Saudi dalam penegakan hukum yang adil, terutama bagi para pengkritik kebijakan pemerintah. Komunitas internasional dan kelompok HAM terus memantau perkembangan kasus ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index