Olahraga Ini Lebih Ampuh Cegah Demensia daripada Jalan Kaki

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:15 WIB
Olahraga Ini Lebih Ampuh Cegah Demensia daripada Jalan Kaki

JAKARTA - Selama ini, berjalan kaki kerap dianggap sebagai olahraga paling sederhana sekaligus efektif untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas fisik memberikan dampak yang sama terhadap kesehatan otak.

 Sebuah studi baru justru menyoroti bahwa jenis aktivitas yang melibatkan perjalanan aktif atau active travel memiliki manfaat yang lebih besar dalam menurunkan risiko demensia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa cara seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam aktivitas sehari-hari ternyata berpengaruh pada struktur otak dan risiko penyakit neurodegeneratif. 

Temuan tersebut membuka perspektif baru bahwa olahraga tidak selalu harus dilakukan secara khusus, melainkan bisa terintegrasi dalam rutinitas harian seperti bersepeda atau berjalan menuju tujuan tertentu.

Mengutip Eating Well, para peneliti di Inggris melakukan studi berskala besar untuk mengetahui bagaimana berbagai moda perjalanan memengaruhi risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer, sekaligus perubahan struktur otak yang menyertainya. 

Studi ini menyoroti perbedaan dampak antara berjalan kaki biasa dengan perjalanan aktif yang melibatkan intensitas fisik lebih tinggi.

Riset Inggris Ungkap Dampak Moda Perjalanan

Studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah JAMA Network Open ini melibatkan analisis mendalam terhadap kebiasaan perjalanan dan kesehatan otak. 

Para peneliti mengelompokkan kasus demensia menjadi dua kategori utama, yakni demensia onset dini yang muncul sebelum usia 65 tahun dan demensia onset lanjut yang didiagnosis pada usia 65 tahun atau lebih.

Dalam penelitian tersebut, moda perjalanan diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah perjalanan nonaktif, seperti menggunakan mobil, kendaraan bermotor, atau transportasi umum. 

Kelompok kedua adalah berjalan kaki. Kelompok ketiga merupakan kombinasi berjalan kaki dengan moda nonaktif. Sementara kelompok keempat mencakup bersepeda serta kombinasi bersepeda dengan moda perjalanan lain.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara lebih jelas perbedaan dampak tiap jenis aktivitas terhadap risiko demensia. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas yang melibatkan gerakan lebih intens, seperti bersepeda, memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi kesehatan otak dibandingkan berjalan kaki saja.

Bersepeda Lebih Efektif Turunkan Risiko Demensia

Temuan utama studi ini mengungkap bahwa individu yang bersepeda atau mengombinasikan bersepeda dengan moda perjalanan lain memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk mengalami demensia secara keseluruhan. Efek perlindungan ini terlihat paling kuat pada demensia onset lanjut.

Data penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi berjalan kaki hanya menurunkan risiko demensia secara keseluruhan sebesar 6%. Sebaliknya, bersepeda atau bersepeda campuran mampu menurunkan risiko hingga 19%. Angka ini menunjukkan selisih yang cukup signifikan antara kedua jenis aktivitas tersebut.

Manfaat bersepeda bahkan terlihat lebih jelas pada kelompok demensia onset dini. Pada kategori ini, bersepeda atau kombinasi bersepeda dengan moda lain dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 40%. 

Temuan tersebut memperkuat anggapan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi memiliki dampak perlindungan yang lebih besar terhadap fungsi kognitif.

Hubungan Aktivitas Fisik dan Penyakit Alzheimer

Studi ini juga menyoroti hubungan antara jenis perjalanan dengan risiko penyakit Alzheimer secara spesifik. Hasilnya cukup menarik, karena berjalan kaki saja justru dikaitkan dengan peningkatan risiko Alzheimer sebesar 14%. 

Temuan ini tidak serta-merta berarti berjalan kaki berbahaya, tetapi menunjukkan bahwa manfaatnya mungkin lebih terbatas jika tidak dikombinasikan dengan aktivitas lain.

Sebaliknya, bersepeda atau bersepeda campuran terbukti mampu menurunkan risiko Alzheimer hingga 22%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa intensitas dan jenis gerakan berperan penting dalam menjaga kesehatan otak, terutama dalam mencegah penyakit neurodegeneratif.

Para peneliti kemudian melakukan analisis lanjutan melalui pemindaian otak. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang rutin bersepeda atau mengombinasikannya dengan moda perjalanan lain memiliki peningkatan volume materi abu-abu atau gray matter volume di beberapa area otak. Salah satu area yang terdampak positif adalah hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran.

Sebaliknya, berjalan kaki dan kombinasi berjalan kaki dengan moda nonaktif dikaitkan dengan volume materi abu-abu dan materi putih yang sedikit lebih kecil di beberapa area otak. Temuan ini memberikan gambaran bahwa jenis aktivitas fisik tertentu dapat memengaruhi struktur otak secara berbeda.

Perjalanan Aktif Bisa Diterapkan Sehari-hari

Memahami bagaimana perjalanan aktif memengaruhi risiko demensia membuka peluang untuk perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk olahraga formal. 

Kebiasaan sederhana seperti bersepeda ke tempat kerja, berjalan ke toko terdekat, atau memilih rute yang melibatkan lebih banyak gerakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.

Peneliti menekankan bahwa memasukkan lebih banyak gerakan ke dalam rutinitas harian dapat menjadi langkah efektif untuk mendukung fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. 

Dengan memilih moda perjalanan yang lebih aktif, seseorang tidak hanya menjaga kebugaran fisik, tetapi juga berinvestasi pada kesehatan otak di masa depan.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar. Baik itu mengganti kendaraan bermotor dengan sepeda untuk jarak dekat atau mengombinasikan perjalanan dengan aktivitas fisik, langkah-langkah ini dapat membantu menurunkan risiko demensia dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Terkini

AJB Bumiputera 1912 Ingatkan Pemegang Polis Segera Perbarui

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:16 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Terbaru 3 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:15 WIB

Harga Emas Antam UBS Galeri24 Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:14 WIB

OJK Sampaikan Arahan Untuk Investor Saat IHSG Melemah Tajam

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:12 WIB

BNI Laporkan Pertumbuhan Kredit Dua Digit Yang Stabil

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:11 WIB