Sekarga IKAGI Dukung Transformasi Garuda Demi Keberlanjutan Perusahaan

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:53:34 WIB
Sekarga IKAGI Dukung Transformasi Garuda Demi Keberlanjutan Perusahaan

JAKARTA - Upaya transformasi yang tengah dijalankan Garuda Indonesia mendapat dukungan kuat dari internal perusahaan. 

Di tengah tekanan industri penerbangan global dan tuntutan perbaikan kinerja keuangan, langkah efisiensi dan disiplin biaya yang ditempuh manajemen dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan maskapai nasional tersebut. 

Dukungan ini datang dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), yang menegaskan komitmen bersama dalam menghadapi fase krusial transformasi perusahaan.

Bagi insan Garuda, transformasi bukan sekadar kebijakan manajemen, melainkan proses kolektif yang membutuhkan pemahaman, pengorbanan, dan kerja sama seluruh elemen perusahaan. 

Serikat pekerja dan awak kabin menilai langkah-langkah yang diambil saat ini harus ditempatkan dalam kerangka jangka panjang demi menjaga eksistensi Garuda Indonesia sebagai maskapai kebanggaan nasional.

Serikat Karyawan Dukung Disiplin Biaya

Sekarga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan transformasi yang diterapkan manajemen Garuda Indonesia, termasuk penerapan disiplin biaya dan berbagai langkah efisiensi lainnya. 

Ketua Sekarga, Dwi Yulianta, menegaskan bahwa kebijakan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari misi bersama untuk menyelamatkan dan memperkuat perusahaan.

“Fokus transformasi saat ini harus disikapi sebagai misi bersama. Langkah transformasi yang diambil bukan keputusan yang sederhana, namun diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Dwi Yulianta.

Sekarga menilai, tantangan yang dihadapi Garuda Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan jangka pendek. Oleh karena itu, serikat karyawan memilih untuk mengambil peran aktif dalam memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh, sekaligus mendukung kebijakan yang dinilai strategis bagi kelangsungan usaha.

Dialog Intensif dan Hubungan Industrial Transformatif

Dalam proses transformasi tersebut, Sekarga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pekerja dan manajemen. Serikat karyawan menyampaikan bahwa dialog intensif telah dilakukan untuk membahas kondisi keuangan, operasional, serta arah strategis perusahaan ke depan.

Melalui dialog tersebut, Sekarga berupaya membangun hubungan industrial yang transformatif. Pendekatan ini menempatkan pekerja bukan hanya sebagai objek kebijakan, tetapi sebagai mitra strategis perusahaan dalam mencapai visi dan misi Garuda Indonesia.

Kolaborasi antara manajemen dan pekerja dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri penerbangan yang semakin kompetitif. 

Sekarga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan, selama kebijakan tersebut tetap mengedepankan keberlanjutan usaha dan kepentingan bersama.

Awak Kabin Jaga Profesionalisme dan Layanan

Dukungan terhadap transformasi Garuda Indonesia juga disampaikan oleh IKAGI. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI, Uray Indrayana Kusumawijaya, menyatakan bahwa awak kabin memahami kebijakan efisiensi yang dijalankan manajemen sebagai bagian dari komitmen bersama seluruh insan Garuda.

Menurutnya, efisiensi bukan berarti menurunkan standar layanan atau mengabaikan profesionalisme. Awak kabin tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang, sejalan dengan upaya perusahaan memperbaiki kinerja dan menjaga reputasi maskapai.

IKAGI menilai, transformasi hanya akan berhasil apabila seluruh lini perusahaan tetap menjaga standar keselamatan, pelayanan, dan etika kerja. 

Oleh karena itu, dukungan awak kabin terhadap kebijakan efisiensi disertai dengan komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia.

Efisiensi Kunci Transformasi Berkelanjutan

Pandangan serikat karyawan dan awak kabin tersebut sejalan dengan penilaian analis independen bisnis penerbangan, Gatot Rahardjo. Menurut Gatot, efisiensi merupakan faktor kunci dalam keberhasilan transformasi maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa efisiensi dapat dilakukan pada berbagai aspek, baik operasional maupun non-operasional. Pada sisi operasional, efisiensi mencakup pengelolaan rute dan armada agar lebih optimal. Sementara pada aspek non-operasional, efisiensi dapat ditempuh melalui pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif serta digitalisasi proses bisnis.

Meski demikian, Gatot mengingatkan agar upaya efisiensi tidak dilakukan secara serampangan. Ia menegaskan bahwa keselamatan penerbangan dan kepatuhan terhadap regulasi harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan transformasi.

Menurut Gatot, keseimbangan antara efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan bisnis menjadi prasyarat mutlak bagi keberhasilan transformasi jangka panjang. Tanpa prinsip tersebut, upaya perbaikan kinerja justru berisiko menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Dengan dukungan dari Sekarga dan IKAGI, program transformasi Garuda Indonesia diharapkan mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan. 

Sinergi antara manajemen, pekerja, dan awak kabin dinilai menjadi modal penting untuk mendorong perbaikan kinerja keuangan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang andal di tengah persaingan industri penerbangan global.

Terkini